Rabu, 13 Mei 2009

kewarganegaraan

1.MASALAH PENGETAHUAN

A.Makna pengetahuan
Segala sesuatu yang diketahui manusia.Manusia sebagai subyek dengan kesadarannya mengadaka kontak dengan lingkungannya termasuk dirinya sendiri(sebagai obyek).Seserorang mempunyai pengetahuan, berarti ia mempunyai kepastian atau keputusan tentang sesuatu hal, dan bahwa apa yang dipikirkan di dalam pernyataan-pernyataan adalah sungguh-sungguh merupakan halnya sendiri
B.Syarat Pengetahuan
ØMetode empirik [empirism]
ØMetode rasional [rasionalism
ØMetode fenomenologi [fenomenologism]
Ø Medote ilmiah [menggabungkan metode empiris dan rasional]
C.Sumber Pengetahuan
1. Indra
Tak diragukan bahwa indra-indra lahiriah manusia merupakan alat dan sumber pengetahuan, dan manusia mengenal objek-objek fisik dengan perantaraanya. Setiap orang yang kehilangan salah satu dari indranya akan sirna kemampuannya dalam mengetahui suatu realitas secara particular

2. Akal
Sebagian filosof yang menganut paham Rasionalisme telah menempatkan akal sebagai sumber pengetahuan dan makrifat. Dan disamping itu, mereka tidak mengingkari pengaruh indra-indra itu dalam perolehan pengetahuan, namun memandang bahwa makrifat hakiki hanya dapat dicapai dengan aktivitas akal. Sebagian konsepsi-konsepsi dan pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh manusia tidak mungkin bersumber dari indra dan empiris, melainkan hanya dapat diperoleh dengan perantaraan akal dan rasio, seperti konsepsi-konsepsi tentang Tuhan, jiwa, dan yang sejenisnya.
3. Intuisi dan Hati
Para filosof beranggapan bahwa sumber dan alat pengetahuan yang paling paling penting adalah akal, sementara para urafa dan sufi meletakkan intuisi dan hati sebagai sumber pengetahuan dan makrifat hakiki. Sebagian urafa, kaum Iluminasi, dan filosof Barat seperti Henry Bergson menempatkan pensucian hati, pencerahan jiwa, dan intuisi sebagai satu-satunya alat dan sumber makrifat serta jalan menuju kepada penerimaan hakikat-hakikat transenden. Mereka tidak menganggap bahwa argumentasi akal dan indra-indra lahiriah sebagai sumber pengetahuan hakiki.

D.Jenjang Pengetahuan:
1.Pengetahuan biasa
2.Pengetahuan Ilmu
3.Pengetahuan Filsafat




2.PENGETAHUAN ILMU

A.PENGERTIAN ILMU
Ilmu adalah himpunan pengetahuan atau suatu system yang mempunyai syarat-yarat tertentu. bertujuan untuk merumuskan sesuatu dengan tepat, tunggal dan tidak bias.

B.Syarat ilmu
Apabila memenuhi tiga kriteria, yaitu obyek kajian, metoda pendekatan dan bersifat universal. Tidak selamanya fenomena yang ada di alam ini dapat dijawab dengan ilmu, atau setidaknya banyak pada awalnya ilmu tidak dapat menjawabnya. Hal tersebut disebabkan ilmu yang dimaksud dalam terminologi di sini mensyaratkan adanya fakta-fakta.

C.Macam Ilmu menurut pembagian Indonesia:
Golongan Ilmu Agama &kerohanian :Ilmu agama dan ilmu jiwa
Ilmu kebudayaan dan humaniora :sastra,filsfat,pendidikann
Ilmu-ilmu social :Hukum,ekonomi,politik,tatanegara,tataniaga.
Ilmu eksak :Kedokteran,teknik,pertanian,ddl.

3.PENGETAHUAN FILSAFAT
A.Makna Filsafat
Makna etimologis dari bahasa Yunani akar kata filo dan sofis
Makna inti :Hakikat dari suatu objek

4.PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT
A.Makna Pancasila
Makna Material :Suatu rumusan yang ditetapkan pendiri Negara Indonesia yang merupakan system nilai yang diambil dari khasanah kehidupan bangsa.
Makna Formal : Dasar Negara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4.

5.PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
A.Makna Ideologi
Ideologi merupakan suatu kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan serta kepercayaan-kepercayaan yang sifatnya sistematis yang memberikan arah dan yang menyangkut tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidangkehidupan.(Kaelan,1998:63)

B.Pancasila sebagai Ideologi

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia berisikan ajaran mengenai Ketuhana Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan keadilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai itu berpangkal dari alam pikiran kebudayaan Indonesia dan terkait denga perjuangan bangsa (Pranarka, 1985). Pancasila sebagi ideologi berarti suatu pikiran yang memuat pandangan dasar masyarakat dan Negara Indonesia yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
Pancasila sebagai ideologi dalam pembersatu bangsa kita yang majemuk menjadi bangsa yang berkepribadian dan percaya pada diri sendiri.
C.Fungsi Pancasila sebagai Ideologi
1Sebagai Dasar Negara
2.Sebagai Pengarah (sumber hukum)
3.Sebagai Tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar