Judul tulisan ini saya tulis sebagai status terbaru di salah satu jaringan sosial.Bukan tanpa alasan saya menuliskannya. Banyak sekali tayangan di TV menampilakan kesedihan aktor terbaiknya. Entah, karena betul-betul sedih ental karena mungkin air mata dapat menghasilkan rupiah demi rupiah ke kocek mereka.
Air mata ini seperti air mata duyung. Air mata yang bisa di jual kepada pembeli dengan harga jutaan rupiah. Air mata yang mengandung nilai rupiah. Jika ada yang sanggup melihat organisme dalam air mata itu, mungkin ia hanya bisa melihat angka-angka.
Mengkomersoalisasikan air mata saya anggap melanggar fitrah manusia. Air mata dijual lewat relity show, sinetron, dan infotainment. Banyak makna yang ingin disampaikan kepada khayak betapa pentingnya sebuah air mata. Namun, air mata ini bukan air mata murni untuk melihat sisi kehidupan.
Air mata diberikan Tuhan untuk menerangi cahaya kehidupan, jika cahaya telah hilang air mata akan membasuhnya untuk menemukan arti kehidupan sesungguhnya.
' Menangislah bila harus menagis'(dewa)
mungkin potongan lagu ini harus disadari para aktor di TV bukan menjual air matanya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar