Lampu yang dapat menyala dalam air, dengan energi dari tenaga surya membantu meringankan perekonomian para nelayan
Keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak tanah yang semakin langka, membuat Drs Arifin MT, salah satu dosen Fakultas Matimatika dan Ilmu Pengetahuan Alam melakukan penelitian, tujuannya tidak lain untuk membantu meringankan beban ekonomi para nelayan yang semakin berat.
Metode penangkapan ikan dengan menggunakan lampu telah dilakukan oleh sebagian besar nelayan di Sulawesi Selatan. Meski hingga saat ini cara yang dilakukan masih bersifat tradisional (lampu petromaks berisi minyak tanah), tak ada alasan lain untuk nelayan tidak menggunakannya, walau ditengah langkanya minyak tanah sebagai sumber energi utamanya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, alternatifnya dengan mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Maka diupayakan untuk membuat lampu listrik yang bisa digunakan dalam air, juga dengan sumber energi berasal dari energi surya .
Lampu ini disuplai energi dari aki bertegangan 12 volt yang disambungkan dengan konverter tegangan dari DC ke AC dengan daya 1000 watt. Untuk mengisi aki digunakan panel sel surya bertegangan DC 12 volt.
Sumber energi berasal dari matahari, yang masuk ke dalam panel sel surya yang akan diubah menjadi energi listrik. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri dari beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Modul sel surya ini menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.
Untuk menyimpan energi listrik dari sel surya tersebut digunakan rangkaian kontroler pengisian (charge controller) yang dihubungkan dengan aki 12 volt. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya.
Proses pengisian akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian aki berlangsung selama beberapa jam, maka tegangan aki akan naik. Bila tegangan aki mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki.
Konverter dan aki merupakan rangkaian utama dari semua peralatan catu daya ini,. Rangkaian ini, sebagai multivibrator tak stabil (astabil). Pada kaki 4 dan 5 dari IC ini dihubungkan ke tegangan positif, sehingga multivibratornya akan bergetar dengan bebas setelah mendapatkan catu daya (free running).
Frekuensi guncangan biasanya diatur dengan mengubah nilai resistor dan kapasitor eksternal. Komponen lain yang digunakan pada rangkaian ini adalah IC LM358, resistor, kapasitor dan beberapa buah transistor 2SC1061. Pada komponen transistor ini dapat menghantar arus secara bergantian, sehingga tingkat keluarannya bekerja secara push-pull (tolak tarik). Arus kolektor maksimum dari kedua transistor ini harus sama, demikian pula dengan resistor dan kapasitor yang digunakan.
Karena jenis lampu yang digunakan adalah lampu fluorescent ballast elektronik, dengan daya 1000 watt dapat pula dicelupkan ke dalam air. Perbandingan 1 buah lampu petromaks setara dengan 10 watt lampu fluorescen ballas elektronik. Intensitas cahaya sangat mempengaruhi banyaknya ikan yang mendekatnya ke sumber cahaya. Pengaturan sistem pencahayaan akan memberikan hasil yang lebih baik.
Pada saat awal pencahayaan digunakan jenis lampu dengan panjang gelombang yang pendek, sehingga daya jangkau pencahayaan lebih jauh yang menyebabkan ikan dapat melihat cahaya dari jauh.
Pada saat ikan sudah banyak berkumpul di dekat lampu, maka dapat digunakan lampu dengan panjang gelombang yang besar dengan daya jangkau pencahayaan lebih dekat, sehingga ikan-ikan akan bergerombol di dekat lampu kemudian dilakukan penangkapan dengan jaring.
Hal ini dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan. Akan dihasilkan suatu model penangkapan ikan yang memadukan sistem pencahayaan dengan intensitas, panjang gelombang cahaya dan daya lampu yang dapat diatur atau disesuaikan dengan jenis ikan yang akan ditangkap. Dengan model penangkapan ini akan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan di Sulawesi Selatan. Fda/Dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar